Wednesday, May 11, 2016

Analisis Singkat Teknik-Teknik Pengubahan Tingkah Laku Dalam Film Patch Adams

Selasa 2 Mei 2016 Mahasiswa BKI UIN Sunan Kalijaga nobar alias “nonton bareng” film Patch Adam di gedung Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara nobar ini bukanlah acara nobar biasa. Film yang diputarkan pun juga bukan film biasa pula. Acara pemutaran film tersebut berjudul “Patch Adam”. Nobar Film tersebut sengaja dipersembahkan kepada mahasiswa BKI UIN Sunan  Kalijaga ini pada umumnya bertujuan memberikan pencerahan motivasi serta wawasan mahasiswa bagaimana seseorang membantu orang lain dengan cara yang berbeda. Khususnya dalam memberikan gambaran aplikatif terhadap teknik-teknik konseling dan teknik pengubahan tingkah laku. Meski film tersebut ranahnya cenderung kepada kedokteran, disisi lain film tersebut menyentuh peran psikologis yang kental. Ini menjadi hal yang dipertimbangkan penting bagi mahasiswa BKI dalam mengetahui cara –cara sederhana, istimewa, dan berbeda seperti apa yang mampu membantu meningkatkan kualitas psikologis seseorang dengan tepat.
Dalam pemutaran film Patch Adams, mahasiswa diberikan tugas untuk mencermati teknik-teknik koseling yang diperankan Patch Adams. Teknik-teknik tersebut antara lain:
a.       Teknik Aversi
Dengan memberikan kejutan (suntikan) yang menimbulkan rasa tenang. (Adegan pasien dan adams bertemu di satu kamar)
b.      Teknik Analisis Kognitif (REBT)
Pada kisah profesor matematika & industri Amerika Serikat yang mengalami “sindrom kejeniusan”. Akibat sindrom kejeniusan profesor tersebut ia menjadi gila akibat terlalu jenius. Sang profesor terlampu mendalami wilayah falsafah ilmu, hingga apa yang dipikirkannya bukan lagi yang orang biasa pikirkan hingga ia divonis gila. Adams dalam film tersebut memakai teknik analisis kognitif. Analisis Kognitif (REBT) menekankan teknik untuk mengajarkan konseli membuka dan mendebat keyakinan irasional.
c.       Teknik Role Playing (Behavior)
Saat mengatasi trauma salah satu pasien yang sangat takut pada hewan-hewan kecil (kelelawar). Pasalnya pasien tiba-tiba teriak, ketakutan, mencakar-cakar, panik dan histeria. Bahkan tidak pernah mau ke kamar mandi karena trauma pada hewan tersebut. Melalui teknik role playing (bermain peran). Adams belajar menyelami peran sebagaimana ia trauma pada hewan kecil itu. Ia bergaya dan berperan seakan benar-benar menghadirkan secara nyata dan memperlihatkan cara mengusir ketakutan dalam dunia pada trauma tersebut. Artinya Adams melakukan role play tingkah laku baru yang sesuai dengan keyakinan yang rasional.
d.      Assosiasi Bebas (Psikoanalisis)
Saat proses Konseling Kelompok bersama dokter di RS Jiwa. Adams mengasosiasikan kata-kata yang diucapkan, tanpa memperhitungkan baik-buruk, benar-salah.
e.       Teknik Konseling Individu
pendekatan psikologis agar pasien merasa nyaman, kualitas hidupnya meningkat dan lebih berani dalam menghadapi segala kemungkinan dalam hidupnya.
f.       Teknik Penguatan Postif
Teknik ini terdapat pada adegan saat (dokter pengajar) menawarkan sebuah pertanyaan. Adams mengacungkan tangannya dan bertanya: “Siapa nama pasiennya?” “What???” Sang dokter pun bertanya pada perawat dan mencari nama sang pasien beberapa saat baru bisa menjawab pertanyaan Adams.
Dari sini Adams memberikan penguatan positif sebuah dukungan psikologis bahwa pasien tersebut adalah manusia yang punya nama dan harga diri. “Don’t be justismed”.
g.      Teknik Games/Permainan
Pada kesempatan lain Adams melihat anak-anak yang sedang sakit tampak tidak bersemangat. Ia pun menyelinap dan berpura-pura sebagai dokter lalu mengajak anak-anak berkomunikasi, bercerita lucu dan bergaya layaknya badut dengan memakai hidung badut berwarna merah. Hal ini membuat anak-anak tertawa bahagia dan kembali ceria. Tindakan Adams pun mendapat dukungan dari rekan-rekannya terutama setelah Adams berhasil membujuk seorang pasien yang sedang dalam pengawasan temannya yang semula tidak mau makan dan minum obat, menjadi bersemangat lagi sehingga tidak lagi sulit untuk diberikan makanan dan obat. Meskipun mendapat dukungan dari teman-temannya dan kalangan perawat rumah sakit, namun tidak demikian dengan pengajar yang merupakan dokter-dokter senior, berpengalaman dan bergelar profesor.
h.      Menghadirkan Sesuatu yang diinginkan
Memunculkan keinginan-keinginan yang ingin diulang/pernah terjadi untuk dihadirkan kembali saat ini dari masa lalu. Teknik ini terdapat pada saat Adam menanyakan keinginan Madam di RS 
i.        Peran rational terbalik
Teknik ini muncul saat pasien takut untuk menghadapi rasa takut kematian dan menunggu ajal, sehingga ia marah pada siapapun yang berkunjung termasuk pada dokter ataupun suster.

Adams memainkan peran yang memiliki keyakinan irrasional (menjadi seorang babta yesus) dengan menggambarkan (keindahan surga-surga, kematian yang tidak sakit dan manusia akan kembali bahagia bersama Tuhan).

No comments:

Post a Comment