Selasa 2
Mei 2016 Mahasiswa BKI UIN Sunan Kalijaga nobar alias “nonton bareng” film
Patch Adam di gedung Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta. Acara nobar ini bukanlah acara nobar biasa. Film yang
diputarkan pun juga bukan film biasa pula. Acara pemutaran film tersebut berjudul
“Patch Adam”. Nobar Film tersebut sengaja dipersembahkan kepada mahasiswa BKI
UIN Sunan Kalijaga ini pada umumnya
bertujuan memberikan pencerahan motivasi serta wawasan mahasiswa bagaimana seseorang
membantu orang lain dengan cara yang berbeda. Khususnya dalam memberikan gambaran
aplikatif terhadap teknik-teknik konseling dan teknik pengubahan tingkah laku. Meski film tersebut ranahnya
cenderung kepada kedokteran, disisi lain film tersebut menyentuh peran
psikologis yang kental. Ini menjadi hal yang dipertimbangkan penting bagi
mahasiswa BKI dalam mengetahui cara –cara sederhana, istimewa, dan berbeda
seperti apa yang mampu membantu meningkatkan kualitas psikologis seseorang
dengan tepat.
Dalam
pemutaran film Patch Adams, mahasiswa diberikan tugas untuk mencermati
teknik-teknik koseling yang diperankan Patch Adams. Teknik-teknik tersebut antara
lain:
a.
Teknik Aversi
Dengan memberikan kejutan (suntikan) yang menimbulkan rasa
tenang. (Adegan pasien dan adams bertemu di satu kamar)
b.
Teknik Analisis Kognitif (REBT)
Pada kisah profesor matematika & industri Amerika Serikat
yang mengalami “sindrom kejeniusan”. Akibat sindrom kejeniusan profesor
tersebut ia menjadi gila akibat terlalu jenius. Sang profesor terlampu
mendalami wilayah falsafah ilmu, hingga apa yang dipikirkannya bukan lagi yang
orang biasa pikirkan hingga ia divonis gila. Adams dalam film tersebut memakai
teknik analisis kognitif. Analisis Kognitif (REBT) menekankan teknik untuk
mengajarkan konseli membuka dan mendebat keyakinan irasional.
c.
Teknik Role Playing (Behavior)
Saat mengatasi trauma salah satu pasien yang sangat takut
pada hewan-hewan kecil (kelelawar). Pasalnya pasien tiba-tiba teriak,
ketakutan, mencakar-cakar, panik dan histeria. Bahkan tidak pernah mau ke kamar
mandi karena trauma pada hewan tersebut. Melalui teknik role playing (bermain
peran). Adams belajar menyelami peran sebagaimana ia trauma pada hewan kecil itu.
Ia bergaya dan berperan seakan benar-benar menghadirkan secara nyata dan
memperlihatkan cara mengusir ketakutan dalam dunia pada trauma tersebut. Artinya
Adams melakukan role play tingkah laku baru yang sesuai dengan keyakinan yang
rasional.
d.
Assosiasi Bebas (Psikoanalisis)
Saat proses Konseling Kelompok bersama dokter di RS Jiwa. Adams
mengasosiasikan kata-kata yang diucapkan, tanpa memperhitungkan baik-buruk,
benar-salah.
e.
Teknik Konseling Individu
pendekatan psikologis agar pasien merasa nyaman, kualitas
hidupnya meningkat dan lebih berani dalam menghadapi segala kemungkinan dalam
hidupnya.
f.
Teknik Penguatan Postif
Teknik ini terdapat pada adegan saat (dokter pengajar)
menawarkan sebuah pertanyaan. Adams mengacungkan tangannya dan bertanya: “Siapa
nama pasiennya?” “What???” Sang dokter pun bertanya pada perawat dan mencari
nama sang pasien beberapa saat baru bisa menjawab pertanyaan Adams.
Dari sini Adams memberikan penguatan positif sebuah dukungan
psikologis bahwa pasien tersebut adalah manusia yang punya nama dan harga diri.
“Don’t be justismed”.
g.
Teknik Games/Permainan
Pada kesempatan lain Adams melihat anak-anak yang sedang
sakit tampak tidak bersemangat. Ia pun menyelinap dan berpura-pura sebagai
dokter lalu mengajak anak-anak berkomunikasi, bercerita lucu dan bergaya
layaknya badut dengan memakai hidung badut berwarna merah. Hal ini membuat anak-anak
tertawa bahagia dan kembali ceria. Tindakan Adams pun mendapat dukungan dari
rekan-rekannya terutama setelah Adams berhasil membujuk seorang pasien yang
sedang dalam pengawasan temannya yang semula tidak mau makan dan minum obat,
menjadi bersemangat lagi sehingga tidak lagi sulit untuk diberikan makanan dan
obat. Meskipun mendapat dukungan dari teman-temannya dan kalangan perawat rumah
sakit, namun tidak demikian dengan pengajar yang merupakan dokter-dokter
senior, berpengalaman dan bergelar profesor.
h.
Menghadirkan Sesuatu yang diinginkan
Memunculkan keinginan-keinginan yang ingin diulang/pernah
terjadi untuk dihadirkan kembali saat ini dari masa lalu. Teknik ini terdapat
pada saat Adam menanyakan keinginan Madam di RS
i.
Peran rational terbalik
Teknik ini muncul saat pasien takut untuk menghadapi rasa
takut kematian dan menunggu ajal, sehingga ia marah pada siapapun yang
berkunjung termasuk pada dokter ataupun suster.
Adams memainkan peran
yang memiliki keyakinan irrasional (menjadi seorang babta yesus) dengan
menggambarkan (keindahan surga-surga,
kematian yang tidak sakit dan manusia akan kembali bahagia bersama Tuhan).
No comments:
Post a Comment