Sunday, April 12, 2015

Ilustrasi Inspiratif



Ilustrasi Inspiratif
Oleh      : Dewi Purwati

Semoga banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari ilustrasi yang pendek ini, oleh-oleh thalabul ilmi ^_^
Seorang anak kecil mengeluh kepada ayahnya karena sifatnya yang suka marah. Jika ia kurang suka dengan sikap temannya, marah apabila digoda teman-temannya, bertengkar dengan kakak adiknya, ngambek, apapun yang tidak sesuai dengan kata hati dan keinginannya, ia marah. Sang ayah menghadiahkan sekotak paku dan palu kepada anak tersebut.
Ayah berkata kepada anak tersebut,”Jika kamu marah, tahanlah kemarahan itu dengan memaku satu paku saja didi(sambil menunjuk kearah dinidng ) dan setiap kamu marah lagi pakul agi  satu lagi pada dinding itu.
Akhirnya anak itupun menjalani kehidupannya. Setiap kali marah, ia pun memaku dinding dengan satu paku. Sampai akhirnya anak tersebut bisa mengendalikan diri untuk tidak marah lagi. Dia merasa capek karena setiap kali marah harus memaku dinding halaman tersebut.
Setelah bisa mengendalikan sifat marahnya, ayahnya berkata,” Setiap kali kamu bisa menahan marah, cabutlah satu paku yang telah kamu tempelkan di dinding halaman”
Sang anak pun beruasaha untuk dapat menahan marahnya setiap hari dan setiap kali ia menahan marahnya ia mencabut paku tersebut. Akhirnya, di dinding tersebut tidak ada paku sedikit pun.
Setelah tidak ada paku yang menempel di dinding, anak tersebut berkata kepada ayahnya bahwa ia sudah dapat menahan marahnya.
Setelah mengaduan anaknya, sang ayah pun mengajak anak tersebut untuk mengamati dinding yang sudah tidak ada pakunya sambil berkata,”Lihatlah apa yang terjadi dengan dinding halaman itu anakku”.
Dahulu dinding itu bersih dan tidak ada kotoran atau lubang, tetapi  lihatlah sekarang, saat ini di dinding itu sudah banyak lubang bekas paku yang engkau tempelkan. Apa yang kau lihat anakku?
Sang anak belum begitu mengerti apa maksud dari sang ayah. Ayahpun merangkul sang anak dan berkata,” Adakah bekasannya padahal kau telah mencabut seluruh paku dari dinding itu? Anak menjawab,”Iya ayah berbekas lubang dalam sekali” Pelajaran yang berharga bahwa janganlah suka marah karena bisa jadi kemarahan kita akan membekas pada diri orang yang kita marahi tersebut.
Ayah adalah sosok pria  hebat yang begitu dekat dengan anak setelah ibunya. Dari ayah anak belajar menjadi manusia yang dewasa. Belajar menjadi seorang pemimpin, mau bertanggung jawab dan displin. Berfikir secara logis dan rasinonal. Bukan berarti berambisi memenuhi nafsu. Namun berjalan dengan hati nurani & value. Demikian pentingnya sosok seorang ayah dalam sebuah rumah tangga.
Wallahu’alam

No comments:

Post a Comment